Rabu, 24 April 2013

Kegiatan Metro TV on Campus


“Metro TV on Campus” merupakan pelatihan Jurnalistik yang di adakan oleh Universitas Budi Luhur dengan Metro TV. Acara yang di buat 5 sesi ini menghadirkan  Pembicaranya yang tidak  tanggung – tanggung, mereka semua merupakan presenter berita yang berpengalaman dan lama berkecimpung di dunia Jurnalistik. Pembicara yang hadir diantaranya Putra Nababan, Zelda Savitri, Prabu Revolusi, Sumi Yang, dan Ralph Tampubolon. Acara yang di mulai dari jam 10.20 WIB ini di buka oleh Zelda Savitri, dengan tema pembicaraan Produksi TV berita. Dalam tema tersebut Zelda membahas alur kerja pembuatan berita, produksi, hinggga suasana saat penayangan berita (On Air ). Dalam kesempatan itu juga Zelda membagi pengalaman suka dan dukanya menjadi seorang Jurnalis.
Sesi kedua di lanjutkan oleh pembicara Sumi Yang, dengan tema Jurnalisme warga ia membahas mengenai hal yang menarik dari Jurnlisme Warga. Iya memberikan pendapat “Jurnalisme warga saat ini sangat penting berperan, karena dengan kamera yang begitu kecil (Hand Phone) kita dapat menangkap moment yang memiliki news value yang biasa di sebut ‘Golden Moment’, jadi jangan pernah melewatkan peristiwa di sekitar kita”. Kemudian acara di lanjutkan dengan memberi tantangan kepada mahasiswa untuk menjadi reporter, dan melaporkan tentang acara Metro TV on Campus di depan kamera. Mahasiswa yang ikut partisipasi kurang lebih 13 orang, ekspresi mahasiswa begitu beragam saat di hadapkan di depan kamera untuk member laporan. Dari yang malu – malu, bingung, sangat percaya diri, sampai ada yang tidak dapat berbicara dan ia memilih untuk mundur. Cara berjalan sangat seru dan menyenangkan, hingga memasuki waktu ISOMA (Istirahat, Sholat, Makan).
Pada pukul 13.10 WIB acara sesi ke tiga di mulai, dengan pembicara Ralph Tampubolon, ia membawakan tema Teknik Presenting. Dalam kesempatan itu ia membagikan pengalamannya memasuki dunia Jurnalistik, yang bermula sebagai penyiar di radio hingga hingga ia menjadi seorang presenter TV berita saat ini. Ia memberikan saran untuk menjadi presenter yang baik selalu berlatih dan jangan malu untuk berbicara. Selain itu juga ia memberikan trik dimana agar kita tidak grogi dengan kamera yang ada di depan kita.
            Setelah Ralph memberi pengarahan tentang teknik Presenting, sesi ke empat di isi dengan pembicara Putra Nababan. Dalam kesempatannya kali itu, ia memngulas tentang kecendrungan masyarakat Indonesia yang kurang antusias dengan berita. Hal ini dapat di lihat dari sejumlah remaja yang kurang berminat melihat berita, dan masyarakat yang kurang intim untuk mengikuti perkembangan dari sebuah berita. Ia juga membahas betapa pentingnya kita memahamin sebuah berita lebih dalam. Karena dengan begitu, kita bisa menganalisa sebuah kejadian dan kita dapat mengerti apa yang sebenarnya terjadi, bukan hanya sekedar tahu, sehingga memacu kita juga untuk berfikir kreatif.
            Hingga pada pukul 16.30 WIB, pembicara pun di gantikan oleh  Prabu Revolusi. Karena keterbatasan waktu, tidak banyak yang di bahas oleh Prabu. Ia memberikan tips bagaimana mengurangi ke canggungan berbicara di muka umum atau di depan kamera. Agar kita dapat menghilangkan grogi saat berbicara di muka umum, kita harus menguasai tema yang kita ingin bicarakan, perhatikan, lihat seksama, dan diskripsikan dengan baik. Adapun cara yang banyak di lakukan para presenter adalah membawa benda yang membuat kita nyaman, salah satu contoh Pena, “bawalah pena kesayangan anda jika anda sudah merasa nyaman dengan pena tersebut, alhasil tingkat kepanikan dan rasa grogi anda sedikit berkurang”.
            Kesimpulannya dari acara ini adalah, membangun rasa jurnalistik kita dan menyadarkan kita bahwa menjadi seorang jurnalis tidak mudah dan tidak semenyenangkan apa yang menjadi bayangan kita selama ini, namun kita akan merasa senang dan bangga ketika berita kita benar – benar mewakili masyarakat di luar sana, dan kita mampu melayani dengan penuh dedikasi yang tinggi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar